Senin, 12 April 2010

Susno Makin Garang Tantang Mabes Polri


Mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji mengaku sadar langkahnya mengungkap dugaan mafia kasus yang bersarang di tubuh institusi Kepolisian RI (Polri) menimbulkan sejumlah risiko. Salah satunya, upaya "balas dendam" dari pihak yang tak senang dengan langkahnya.

Saat ini, ia merasakan, pihak Polri tengah mencari-cari kesalahannya di sejumlah daerah di mana ia pernah bertugas. Dalam sebuah kesempatan, Susno pernah menyebutkan, informasi yang diterimanya, Polri membentuk sejumlah tim yang disebar ke seluruh daerah di mana ia pernah ditugaskan.

"Kesalahan saya dicari-cari. Ketika jadi Kapolda Jawa Barat, semua pertanggungjawaban keuangan diungkap lagi. Padahal, laporan itu sudah diterima BPK, sudah diperiksa Irwasum. Ini akan saya lawan. Tidak boleh ada cara-cara seperti ini di Polri," kata Susno dalam rapat dengar pendapat umum di Komisi III, Gedung DPR, Jakarta, Kamis (8/4/2010).

Lagi-lagi, dengan lantang dia menantang Polri untuk terus melakukan berbagai upaya menjerumuskannya. "Silakan saja tim yang dibentuk Polri, saya tidak takut," tegas mantan Kapolda Jawa Barat.

Informasi skenario "menjebak" dirinya didapat Susno dari sejumlah orang yang disebut Susno sebagai "orangnya". "Jangan dikira saya di luar tidak tahu bahwa ada rapat-rapat, pertemuan penting di Polri yang membahas mau ke mana saya digeret. Saya juga masih punya orang-orang di sana yang selalu menginformasikan ke saya," kata Susno.

Sebelumnya, Susno membantah bahwa apa yang dilakukannya karena mengincar jabatan Kapolri. Ia mengatakan, langkah yang ditempuhnya justru menuai banyak risiko, di antaranya dipecat sebagai anggota kepolisian dan risiko kematian yang mengintai setiap saat.

"Apa yang saya lakukan ini ada risiko mati. Tapi saya tidak takut, karena kapan pun kita pasti mati. Semua yang saya lakukan demi kebenaran. Kalau karena ini saya mati ditembak atau diracun, cucu saya pasti akan bangga daripada saya mati dipenjara karena korupsi," ujar dia.

Sumber: kompas


Tidak ada komentar: