Jumat, 08 Juli 2011

HD DVD dan Blu-Ray

Meski kini HD-DVD sudah dinyatakan kalah (baca: mati) dan dihentikan produksinya oleh Toshiba (baca: di kubur)karena satu per satu pendukungnya hengkang, ngga ada salahnya kalo saya membahasnya. Di artikel ini saya coba untuk mengulas perbedaan mendasar antara HD-DVD dengan Blu-ray. Seperti artikel sebelummnya, saya fokus ke pertanyaan “Mengapa kapasitasnya berbeda?”. Bicara soal kapasitas terdapat perbedaan yang lumayan besar, 15 GB untuk HD-DVD single layer, dan 25 GB untuk Blu-ray single layer, selisihnya 10 GB!!!. Mengapa bisa begitu? Pengin tau? Baca terus!

Keduanya memakai sinar laser biru sebagai pembaca datanya. Panjang gelombang sinar biru lebih pendek (405 nm) dari pada sinar merah yang digunakan oleh CD/DVD, sehingga memungkinkan kerapatan data menjadi lebih tinggi dari DVD yang ujung-ujungnya meningkatkan kapasitasnya.

Kalau HD-DVD dan Blu-Ray sama-sama memakai sinar laser biru, mengapa kapasitasnya bisa berbeda jauh? Mengapa coba? Tau? Ga? Ya udah :-D.
Perbedaannya terletak di diafragmanya atau Numerical Aperture, yaitu 0,85 untuk Blu-Ray dan HD-DVD sama seperti DVD yaitu 0,65. Oleh karena itulah kepadatan data Blu-Ray lebih tinggi dari HD-DVD.



Sebagai perbandingan Blu-Ray memiliki Track Pitch sebesar 0,32 mikrometer ---Track pitch: baris data dalam keping disusun secara melingkar, jarak antar lingkaran data disebut Track pitch, sedangkan HD-DVD sebesar 0,4 mikrometer. Semakin kecil nilainya maka baris datanya juga semakin banyak.

Kembali Ke NA Blu-Ray, Besarnya nilai NA Blu-Ray, di karenakan jarak lapisan data uang semakin dekat ke bagian depan keping, Blu-ray mempunyai lapisan pelindung setebal 0,1 mm, ketebalan setipis itu sangat rentan terhadap kerusakan data karena goresan yang kecil sekalipun. Sebagai penyelesainnya, digunakan bahan yang memiliki kualitas lebih baik dari DVD, sehingga lapisan datanya bisa terlindung dengan baik, bahkan dari HD-DVD sekalipun.


tabel perbedaan keempat jenis optical storage

Dengan keunggulan Blu-Ray, tak heran kalau konsumen lebih memilih Blu-Ray daripada HD DVD. Microsoft yang tadinya mendukung HD DVD lewat XBox 360-nya, akhirnya menyediakan Xbox yang menggunakan Blu-Ray. Tapi HD DVD belum tentu mati selamanya, karena sekarang sudah ada Player yang bisa memainkan Blu-Ray dan HD DVD sekaligus, jadi masih ada kemungkinan keduanya hidup berdampingan dengan pangsa pasar sendiri. (AHP, 1 Mei 2008).